“Anak-anak harus dikawal agar pembelajaran digital berjalan seiring dengan penguatan karakter. MUMA Fest menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi sekolah dan masyarakat dapat menghasilkan kegiatan yang edukatif sekaligus menyenangkan,” jelasnya.
Pihak Kemendikbudristek juga berharap agar kegiatan seperti MUMA Fest dapat direplikasi oleh sekolah lain di seluruh Indonesia.
Dengan semangat kompetisi dan kegiatan kolaboratif, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang kreatif, berdaya saing, dan berakhlak mulia.
“Jika SD Muhammadiyah 5 bisa menyelenggarakan kegiatan sebesar ini, tentu sekolah lain juga bisa. Kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat karakter dan motivasi belajar siswa,” imbuhnya.
Melalui penyelenggaraan MUMA Fest 2025, SD Muhammadiyah 5 menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kebijakan pendidikan nasional, terutama dalam pengembangan potensi anak usia dini.
Sekolah ini secara konsisten berinovasi menghadirkan kegiatan edukatif yang menggabungkan aspek spiritual, sosial, dan teknologi.
Ali Yusuf Zakir berharap, pencapaian rekor MURI bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga motivasi bagi para guru dan orang tua untuk terus menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan inspiratif.
“Kami ingin anak-anak tumbuh dengan bahagia, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. MUMA Fest adalah langkah kecil untuk tujuan besar itu,” tutupnya.


