-
Garnett: Pemimpin pertahanan
-
Pierce: Pencetak poin utama
-
Allen: Penembak tiga angka elite di saat-saat krusial
6. Michael Jordan, Scottie Pippen, dan Dennis Rodman (Chicago Bulls)

Meski hanya bermain bersama selama tiga musim, mereka meraih tiga gelar juara berturut-turut (1996–1998), termasuk musim legendaris 72–10.
-
Jordan & Pippen: Duet ofensif dan defensif terbaik
-
Rodman: Menambah kekuatan rebound dan pertahanan
5. Stephen Curry, Klay Thompson, dan Draymond Green (Golden State Warriors)

Ketiganya dibentuk melalui sistem draft Warriors dan menjadi simbol sukses jangka panjang dengan 4 gelar NBA (2015, 2017, 2018, 2022).
-
Curry: Penembak terhebat sepanjang masa
-
Klay: Shooter dan perimeter defender andal
-
Draymond: Pemimpin defensif dengan IQ tinggi
4. Magic Johnson, Kareem Abdul-Jabbar, dan James Worthy (Los Angeles Lakers)

Trio ini adalah tulang punggung “Showtime Lakers” yang menjuarai NBA sebanyak tiga kali bersama (1985, 1987, 1988).
-
Magic: Playmaker kreatif dan pemimpin tim
-
Kareem: Scorer legendaris dengan sky hook-nya
-
Worthy: Atletis dan scorer cepat yang cocok dengan sistem fast break
3. LeBron James, Dwyane Wade, dan Chris Bosh (Miami Heat)

Superteam kontroversial ini mencetak sejarah dengan 4 kali masuk Final dan 2 kali juara (2012, 2013) dalam periode 2010–2014.


