TOBOALI, TERMINALNEWS.CO — Deru mesin dan aroma lumpur menyatu di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Minggu (25/1/2026). Event Trasi (Trabas Alam South Bangka Island) bukan sekadar ajang trabas biasa. Digelar bertepatan dengan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT ke-23 Kabupaten Bangka Selatan, Trasi sukses menjelma menjadi magnet besar bagi komunitas offroad dari berbagai daerah.
Hampir 500 krosser memadati jalur ekstrem Bangka Selatan, jauh melampaui target awal panitia yang hanya membidik 300 peserta. Antusiasme itu terasa sejak start dilepas langsung oleh Sekda Bangka Selatan Hefy Nuranda, Dandim Basel Letkol Inf Agus Wicaksono, serta unsur Forkopimda.
Kemeriahan Trasi juga semakin lengkap dengan kehadiran krossder nasional The Legend of Climbing Indonesia, Zakir, serta MC Trabas Nasional Papa Roni yang ikut memompa semangat peserta.
Koordinator Trasi, Andi Zega, mengaku tak menyangka respons komunitas offroad begitu luar biasa.
“Target kita 300 peserta, tapi yang hadir hampir 500. Ini di luar ekspektasi,” ujar Andi.
Menariknya, sekitar 90 persen peserta berasal dari luar Bangka Selatan. Fakta ini menunjukkan Trasi bukan hanya event lokal, tetapi sudah memiliki daya tarik regional bahkan nasional.
Menurut Andi, Trasi juga menjadi momentum kebangkitan komunitas kross Bangka Selatan yang sempat meredup.

“Harapannya, setelah ini kawan-kawan krosser lokal makin semangat trabas lagi. Dulu ramai, sekarang sempat redup. Trasi ini jadi titik bangkitnya,” katanya.
Tak berhenti di situ, Trasi bahkan membuka peluang lebih besar. Andi mengungkapkan adanya wacana menjadikan Bangka Selatan sebagai tuan rumah event trabas berskala internasional. Ide tersebut sempat dibahas bersama Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid dan Zakir.
“Kalau komunikasi dan kesempatan terbuka, insyaallah Bangka Selatan bisa kita dorong jadi tuan rumah event internasional,” ungkapnya optimistis.
Ratusan krosser dalam event ini ditantang menaklukkan jalur sepanjang 26 kilometer yang membentang di kawasan Gunung Muntai hingga Parit 7 Desa Keposang, Toboali.
Sementara itu, Ketua PWI Bangka Selatan, Dedy Irawan, menegaskan Trasi merupakan bagian penting dari rangkaian perayaan HPN dan HUT ke-23 Bangka Selatan. Selain memperkuat silaturahmi komunitas, event ini juga berdampak langsung pada promosi daerah.
Tak hanya Trasi, dua event lain juga akan digelar, yakni Basel Run 2026 dan Pushbike.
“Basel Run diikuti sekitar 1.300 runners, sedangkan Pushbike ada 100 peserta, dengan 60 peserta di antaranya berasal dari Sumatera,” kata Dedy.
Ia menilai kehadiran ratusan peserta dari luar daerah membawa dampak positif bagi pariwisata dan perekonomian masyarakat Bangka Selatan.
“Event seperti Trasi ini bukan hanya soal olahraga. Ini adalah promosi daerah. Harapannya bisa menjadi agenda rutin dan memperkuat citra Bangka Selatan sebagai destinasi sport tourism dan adventure di Bangka Belitung,” pungkasnya.


