“Dengan JAPFA Chess Festival ke-15 ini, saya berharap akan tumbuh bibit-bibit muda yang kelak meraih gelar Grand Master ke-10 Indonesia. Dalam pembinaan catur, meraih gelar GM membutuhkan proses panjang dan kompetisi seperti ini menjadi bagian pentingnya,” ujar Utut usai membuka turnamen secara resmi.
Utut menambahkan, JAPFA Chess Festival bukan hanya ajang kompetisi, melainkan wadah pembinaan berkelanjutan bagi atlet catur muda di seluruh Indonesia.
Ia optimistis festival tahun ini akan menghasilkan pemain potensial yang bisa bersaing di tingkat internasional.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Henry Hendratno mengaku terkejut dengan tingginya antusiasme peserta tahun ini.
Menurutnya, jumlah peserta mencapai 504 orang, melampaui ekspektasi panitia.
“Pesertanya datang dari 26 provinsi di Indonesia dan juga dari beberapa negara sahabat seperti Jepang, Filipina, Uzbekistan, dan Kazakhstan. Ini menunjukkan bahwa JAPFA Chess Festival telah menjadi salah satu turnamen catur bergengsi di kawasan Asia,” ungkap Henry.
Ia menambahkan, selain pertandingan di 12 kategori, partai Dwi Tarung Putra dan Putri menjadi daya tarik tersendiri karena menghadirkan laga antara pecatur terbaik Indonesia dengan pemain luar negeri.
Dukungan kuat JAPFA terhadap olahraga catur ditegaskan oleh Vice President Head of Social Investment PT Japfa Comfeed Indonesia, R. Artsanti Alif.
Menurutnya, JAPFA berkomitmen terus berkolaborasi dengan PB Percasi dalam mendukung pembinaan atlet dan penyelenggaraan berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.


