MAYBRAT, TERMINALNEWS.CO – Partai Golkar mengalami penurunan signifikan dalam perolehan kursi di DPRD Maybrat pada Pemilihan Umum 2024, dengan penurunan dari empat kursi pada periode 2019 menjadi tiga kursi pada 2024.
Penurunan ini terjadi bersamaan dengan ketidakmampuan Golkar untuk meraih kursi di Daerah Pemilihan (Dapil) III Ayamaru Raya, di mana partai ini gagal mendapatkan dukungan.
Dalam Pilkada Kabupaten Maybrat 2024, tampaknya Partai Golkar juga menghadapi dilema strategis. DPD II Golkar Kabupaten Maybrat dan DPD I Golkar Provinsi Papua Barat Daya diduga memilih untuk mendukung calon eksternal partai yang tidak dikenal memiliki kontribusi signifikan terhadap Golkar selama ini, sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati.
Lebih jauh, ada kekhawatiran mengenai afiliasi politik dari calon-calon tersebut dengan Gerakan Separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM). M
isalnya mereka yang terafiliasi dengan Fera Kambu, tokoh yang aktif dalam kampanye pro-Papua Merdeka di Australia, yang menambah kompleksitas dukungan terhadap pasangan calon ini.
Origenes Nauw, politisii senior Partai Golkar di Papua Barat Daya, mengungkapkan kekhawatirannya.
“Golkar harus menunjuk dan mendukung bakal calon bupati dan wakil bupati yang memiliki rekam jejak integritas terhadap NKRI dan tidak terafiliasi dengan gerakan OPM atau separatis. Mendukung calon eksternal yang tidak memiliki latar belakang kontribusi terhadap partai serta terindikasi berafiliasi dengan gerakan separatis dapat merugikan citra dan posisi politik Golkar di tingkat nasional serta di Papua dan Maybrat,” jelas Origenes


