JAKARTA, TERMINALNEWS.CO – Pada 29 Oktober 2024, sutradara Imam Tantowi dan aktor Fendi Pradana mengadakan pertemuan penuh kenangan di rumah Imam di Tangerang untuk mengenang film kolosal legendaris Indonesia, “Saur Sepuh.”
Film ini, yang diadaptasi dari sandiwara radio populer berlatar kerajaan Majapahit, telah menjadi ikon dalam sejarah perfilman Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Imam Tantowi berbagi cerita tentang berbagai tantangan yang dihadapi selama produksi “Saur Sepuh,” termasuk mengatur ribuan pemain dan menangani biaya produksi yang mencapai satu setengah miliar rupiah—jumlah yang besar pada masanya.
Meskipun meraih antusiasme besar dari penonton, keuntungan finansial yang didapat tidak sebanding dengan biaya produksi yang telah dikeluarkan.
Fendi Pradana, yang memerankan tokoh legendaris Brama Kumbara, turut membagikan pengalaman pribadinya.
Ia mengungkapkan bahwa perannya sebagai Brama Kumbara ditawarkan tanpa proses casting, dan ini menjadi pengalaman debutnya dalam dunia akting.
Peran ini bahkan membawa pengaruh hingga ke luar negeri, menunjukkan betapa melekatnya karakter Brama dalam dirinya.
Film “Saur Sepuh: Satria Madangkara” sendiri berhasil memenangkan Piala Citra untuk kategori Penyunting Film Terbaik di Festival Film Indonesia 1988, memperkuat posisinya sebagai salah satu karya terbaik yang pernah dihasilkan perfilman Indonesia.


