JAKARTA, TERMINALNEWS.CO – Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Cellica Nurrachadiana menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat yang dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Indonesia.
Menurutnya, pengelolaan dana zakat harus berada di bawah kontrol yang ketat agar tetap sesuai dengan regulasi serta tidak menimbulkan kecurigaan publik.
Dirinya pun sepakat bahwa setiap penggunaan dana zakat harus dipublikasikan kepada masyarakat.
“Apa yang didapat dan apa yang dikeluarkan itu harus dipublikasikan kepada publik. Transparansi ini penting agar tidak ada kecurigaan dan agar dana benar-benar tersalurkan dengan baik,” ucap Cellica dalam agenda agenda audiensi dengan BAM DPR RI dengan Indonesia Zakat Watch di Gedung Nusantara II, Senayan, Rabu (5/2/2025).
Diketahui, potensi zakat di Indonesia bisa mencapai Rp300 triliun, namun baru terkumpul sekitar Rp30 triliun pada tahun 2024.
Walaupun begitu, Cellica menilai, zakat bukan sekadar soal pengumpulan dana, tetapi juga harus menjadi bagian dari gerakan sosial yang lebih luas.
“Fungsi sebenarnya dari zakat bukan hanya soal pengumpulan, tetapi juga bagaimana membangun gerakan yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga pengelolanya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kontrol terhadap yayasan-yayasan penerima zakat, termasuk pondok pesantren dan lembaga amal lainnya.
“Tidak bisa kita lepas begitu saja kepada yayasan atau ponpes tanpa ada seleksi dan regulasi yang jelas. Jika tidak, akan sulit untuk menjalankan fungsi pengawasan,” tegas Cellica.


