LONDON, TERMINALNEWS.CO – Paris Saint-Germain (PSG) selangkah lagu menyingkirkan Arsenal dan menjadikan mereka korban ketiga asal Inggris di babak semifinal Liga Champions musim ini.
Bahkan sebelum Ousmane Dembele mencetak gol di menit keempat, Arsenal sudah jadi bahan lelucon di media sosial.
Arsenal menjamu PSG di Emirates Stadium dengan kesadaran bahwa dua wakil Inggris lainnya, Liverpool dan Aston Villa, telah lebih dulu disingkirkan oleh skuad asuhan Luis Enrique. Suporter tuan rumah sempat menyambut dengan semangat di awal laga.
Namun, penampilan tifo sebelum pertandingan justru menuai banyak kritik. Dibandingkan dengan koreografi spektakuler yang ditampilkan pendukung Aston Villa di Holte End, tifo Arsenal dianggap kurang kreatif.
Sebuah bendera merah besar dengan logo meriam khas Arsenal dikibarkan di belakang tribun North Bank, beruntung tidak menghalangi pandangan mantan manajer legendaris Arsene Wenger yang hadir langsung menonton pertandingan — sebuah momen langka sejak hengkang tujuh tahun lalu.

Sayangnya, aksi tersebut malah memicu gelombang komentar pedas dari netizen di platform X (sebelumnya Twitter).
“Ini tifo terburuk yang pernah saya lihat?” tulis seorang pengguna.
“Tifonya kayak beli di Temu,” sindir lainnya.
“Arsenal melakukan hal khas Arsenal,” komentar akun lain.
“Hebat banget tuh imajinasinya,” tulis seorang pengguna dengan nada sarkas.
Tak sedikit juga yang menyoroti kurangnya keterlibatan fans dalam proses kreatif. “Nol pemikiran.
Tak ada yang berharap lebih, dan inilah buktinya kenapa keterlibatan fans itu penting. Korporasi enggak paham soal kreativitas,” tulis seorang pengguna.
Akun fans Arsenal, Connor Humm, mengungkapkan kekecewaannya:
“Arsenal menolak desain tifo usulan fans dan malah membuat tontonan memalukan ini. Semi-final Liga Champions, dan cuma ini yang mereka bisa buat? Mengecewakan.”


