JAKARTA,TERMINALNEWS.CO — Rumah Dewi Diadiva di Pondok Gede, Bekasi, Selasa (3/2/2026), tak sekadar dipenuhi doa dan tawa keluarga. Di tempat itu, kenangan lama ikut hidup kembali. Musisi dan penyanyi lintas generasi, sahabat lama, dan cerita-cerita yang pernah membentuk sejarah industri musik Indonesia berkumpul dalam satu momen sederhana: syukuran sunatan cucu kedua Dewi Diadiva.
Tanpa panggung megah, tanpa sorotan berlebihan, acara ini justru berubah menjadi reuni hangat para pelaku musik yang pernah berjaya di masanya.
“Ini syukuran cucu saya yang kedua. Sederhana saja. Tapi Alhamdulillah, teman-teman lama datang semua. Jadinya sekalian reuni,” ujar Dewi dengan mata berbinar.
Deretan nama seperti Indah Permatasari, Vonny Sheila, Tio Fanta, Etrie Jayanthie, Fenti Nur, Elke Ngantung, hingga sejumlah musisi lain terlihat larut dalam obrolan, tawa, dan nostalgia.
“Yang datang banyak sekali. Sampai saya lupa menyebutkan satu per satu. Yang penting kebersamaan dan silaturahmi,” katanya.
Dari Obrolan Nostalgia ke Panggung Baru
Di balik suasana kekeluargaan itu, tersimpan cerita tentang kebangkitan. Dewi, yang telah malang melintang di dunia musik sejak 1982, mengaku lama menyimpan kegelisahan melihat para musisi senior perlahan menghilang dari sorotan.
“Kami sering kumpul, ngobrol. Terus muncul pertanyaan sederhana: penggemar mereka ke mana? Pasti masih ada yang bertanya, ‘idola aku masih eksis nggak?’ Dari situ DD Record lahir,” tutur Dewi.
Meski baru resmi berdiri pada 2021, DD Record menjadi ruang pulang bagi para musisi dan penyanyi lintas generasi. Maya Angela menjadi artis pertama, disusul Indah Permatasari, Etrie Jayanthie, Tio Fanta Pinem, dan nama-nama lain yang bersiap kembali berkarya.


