JAKARTA,TERMINALNEWS.CO–| Suasana khidmat menyelimuti kawasan Pura Segara pada Minggu (15/3), ketika umat Hindu melaksanakan Upacara Melasti sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Dalam momentum sakral tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut hadir untuk memberikan dukungan dan memastikan umat Hindu dapat menjalankan ibadah dengan aman dan penuh kekhusyukan.
Kehadiran Pramono dalam upacara tersebut menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebebasan beragama serta merawat kerukunan di ibu kota. Ia menegaskan bahwa setiap warga berhak menjalankan keyakinannya dengan tenang, tertib, dan penuh sukacita.
Upacara Melasti sendiri merupakan ritual penting dalam tradisi Hindu yang melambangkan penyucian diri lahir dan batin. Melalui prosesi ini, umat diajak menenangkan pikiran, membersihkan hati, serta menyelaraskan diri dengan alam semesta dan sesama manusia.
Pramono juga menyoroti momen perayaan Nyepi tahun ini yang berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri. Kedua perayaan tersebut, menurutnya, memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat Hindu dan umat Islam. Karena itu, ia mengajak masyarakat Jakarta untuk terus merawat toleransi serta menjaga harmoni dalam kehidupan berbangsa.
“Jakarta adalah rumah bersama bagi seluruh umat beragama. Keharmonisan, toleransi, dan keberagaman harus terus kita jaga agar kota ini tetap aman, damai, dan kondusif,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan rangkaian perayaan Nyepi, termasuk kegiatan budaya seperti parade ogoh-ogoh yang sebelumnya digelar di kawasan Bundaran HI. Bagi Pramono, kegiatan keagamaan dan budaya tersebut mencerminkan wajah Jakarta sebagai kota yang terbuka dan menghargai keberagaman.


