BAKAUHENI,TERMINALNEWS.CO — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memastikan kesiapsiagaan penuh dalam mengamankan arus mudik Lebaran 2026, terutama di jalur penyeberangan laut strategis di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kecelakaan laut di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
Wakil Kepala Polri, Dedi Prasetyo, menegaskan bahwa penguatan pengamanan dilakukan melalui skenario kontinjensi yang matang, termasuk pengerahan armada laut dan personel gabungan lintas instansi.
Pernyataan tersebut disampaikan saat peninjauan Pos Pengamanan di Pelabuhan Bakauheni, salah satu titik krusial arus mudik nasional.
“Situasi kontingensi kedaruratan ketika terjadi kecelakaan air sudah dipersiapkan. Ada 16 kapal dan 320 personel gabungan dari TNI, Basarnas, Polair, dan Polri yang disiagakan,” ujar Dedi.
Sebagai penguatan di jalur laut, Polri menyiagakan lima kapal utama di sejumlah pelabuhan strategis, yakni di Pelabuhan Ketapang, Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Merak, serta Pelabuhan Bakauheni.
Armada tersebut dilengkapi kemampuan operasional tinggi, mulai dari kecepatan hingga 30 knots, daya jelajah mencapai 10 hari, hingga peralatan keselamatan yang mendukung patroli dan penanganan darurat di laut.
Khusus di lintasan padat Merak–Bakauheni, Polri bersama instansi terkait telah menyiagakan 16 kapal gabungan dan 320 personel yang ditempatkan di titik-titik strategis untuk mempercepat respons jika terjadi keadaan darurat.


