BENGKULU,TERMINALNEWS.CO -| Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melakukan intervensi terhadap pengelolaan masjid, termasuk terkait isu pengambilalihan rekening yang sempat beredar di masyarakat. Ia memastikan, kehadiran negara justru bertujuan memperkuat ekosistem masjid melalui pemberdayaan generasi muda.
Pernyataan itu disampaikan usai pengukuhan 531 organisasi Remaja Islam Masjid (RISMA) se-Kota Bengkulu yang digelar di Masjid Raya Baitul Izzah, Kamis (23/4/2026).
“Negara hadir bukan untuk membatasi ruang gerak masjid, apalagi mengintervensi asetnya. Justru melalui pengukuhan RISMA ini, kita ingin memastikan masjid dikelola secara mandiri, kreatif, dan modern oleh tangan-tangan pemuda yang berakhlak mulia,” ujar Nasaruddin.
Menurut dia, pemuda yang aktif memakmurkan masjid memiliki posisi istimewa dalam ajaran agama. Karena itu, pembinaan remaja masjid dinilai strategis dalam membentuk karakter bangsa sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan yang moderat.
RISMA, lanjutnya, menjadi wadah penting dalam mengembangkan ketakwaan sekaligus memberdayakan generasi muda melalui berbagai kegiatan, mulai dari kajian keagamaan, pendidikan Taman Pendidikan Al Quran (TPQ), hingga aksi sosial di tengah masyarakat.
Pengukuhan ratusan organisasi RISMA ini merupakan bagian dari langkah konkret Kementerian Agama dalam membangun karakter keagamaan yang inklusif dan adaptif. Di tengah derasnya arus informasi, remaja masjid diharapkan mampu menjadi penyaring informasi sekaligus perekat sosial.


