JAKARTA,TERMINALNEWS.CO— Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon menerima audiensi Tim Produksi film kolosal “Dayak” di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Senin (25/5/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana produksi film layar lebar berlatar budaya Dayak yang mengangkat sejarah, keberagaman, serta nilai perdamaian masyarakat Dayak melalui medium perfilman.
Ketua Tim Produksi Film “Dayak”, Thoeseng TT Asang, menjelaskan bahwa film tersebut menjadi upaya revitalisasi budaya Dayak sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah dan keberagaman masyarakat Dayak kepada publik yang lebih luas. Ia menyebut terdapat ratusan sub suku Dayak dengan ratusan bahasa yang menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia.
Film ini juga akan mengangkat sejarah perdamaian masyarakat Dayak melalui Perjanjian Tumbang Anoi. “Melalui film ini kami ingin menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan budaya Dayak dengan semangat ‘Karya untuk Negeri, Dayak untuk Indonesia’,” ujar Thoeseng.
Penanggung jawab sekaligus produser eksekutif film, Abriantinus, mengatakan tim produksi telah melakukan penelitian sejak 2021 dengan melibatkan berbagai tokoh adat dan masyarakat Dayak di Kalimantan. Menurutnya, film tersebut akan mengangkat perjalanan sejarah Dayak secara garis besar dengan pendekatan film panjang yang memadukan unsur sejarah dan fiksi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Dayak menjunjung tinggi perdamaian serta mampu hidup berdampingan dengan masyarakat luas,” kata Abriantinus. Ia berharap film ini juga dapat memperkenalkan hukum adat Dayak sebagai pendekatan humanis dan kekeluargaan dalam penyelesaian persoalan sosial.


