AGAM,TERMINALNEWS.CO— Di tengah upaya pemulihan pascabanjir bandang di Nagari Salareh Aia, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, perhatian terhadap kesehatan dan gizi balita menjadi salah satu fokus utama. Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat Aisyiyah (Makes PPA) bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) turun langsung memberikan edukasi kepada para ibu agar lebih memahami pentingnya pemberian nutrisi yang tepat bagi anak.
Salah satu materi yang mendapat perhatian besar adalah cara menyeduh susu pertumbuhan yang benar. Meski terlihat sederhana, kesalahan dalam menyiapkan susu ternyata dapat mengurangi kandungan gizi penting yang dibutuhkan balita untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Dalam kegiatan edukasi yang digelar di kawasan hunian sementara (huntara), para kader Aisyiyah mendemonstrasikan langkah-langkah penyajian susu yang tepat, mulai dari menjaga kebersihan tangan hingga penggunaan suhu air yang sesuai.
“Yang penting diperhatikan adalah kebersihan tangan sebelum menyiapkan susu, lalu suhu air yang digunakan adalah air hangat, bukan air yang terlalu panas,” ujar salah seorang kader saat memberikan praktik langsung kepada para peserta.
Wakil Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Chairunnisa, menegaskan bahwa edukasi gizi di wilayah terdampak bencana sangat penting karena masyarakat sering menerima bantuan pangan instan yang jika dikonsumsi terus-menerus dapat menimbulkan masalah kesehatan.
Menurutnya, hasil dialog dengan warga menunjukkan masih banyak ibu yang menganggap susu kental manis sebagai susu untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Padahal, produk tersebut memiliki kandungan gula yang tinggi dan tidak dapat menggantikan fungsi susu pertumbuhan bagi balita.


