Ya, Jai Ho adalah soundtrack utama film box office Slumdog Millionaire yang berjaya di Amerika dan Inggris; sebuah film yang diangkat dari karya novelis Vikas Swarup.
Jai Ho adalah karya yang jelas menunjukkan kepiawaian dan kejeniusan Rahman yang tidak datang tiba-tiba. Kejeniusan itu sudah menghampirinya sejak kecil yang membuatnya berkesempatan belajar musik di Oxford.
Sepulang dari Inggris itulah ia mencurahkan apa yang ia punyai. Masuk dalam dunia film India itu artinya menjadi penulis lirik, komposer, membuat skoring, dan semua itu bisa dikerjakan dengan sama baik oleh Rahman.
“Menghadirkan AR Rahman di panggung Prambanan Jazz adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan, bukan sekadar pertunjukan musik, tapi ini adalah peristiwa penting kebudayaan,” terang Anas Alimi.
Talenta dan kejeniusan itu yang Prambanan Jazz Festival tampilkan pada tahun ini. Menghadirkan cahaya terang yang dipancarkan Asia untuk adi musik di panggung berlatar adikarya masa silam yang dipunyai Indonesia: Candi Prambanan.
Direktur Utama PT TWC & Co Promotor Prambanan Jazz, Febrina Intan menyampaikan, “Hadirnya AR Rahman, dengan karakteristik musik yang khas tentunya akan menambah kekayaan ragam budaya di Candi Prambanan.” Candi Prambanan dikenal tidak hanya sebagai destinasi warisan budaya dunia, namun juga sebagai perwujudan berbaurnya kebudayaan di Indonesia, khususnya Yogyakarta dan sekitarnya. Perpaduan nilai budaya Hindu dan Jawa, dengan mengusung unsur-unsur konservasi dan edukasi dalam pengembangan destinasi menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung.


