Pemerintah juga melakukan upaya lain untuk menjaga resiliensi ekonomi dengan menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2023 tentang Satuan Tugas Peningkatan Ekspor. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong keberlanjutan nilai tambah rantai pasokan melalui hilirisasi. Selain itu, pemerintah juga memaksimalkan forum kerja sama ekonomi internasional untuk memperluas pasar ekspor produk nasional dan berbagai perhelatan pameran di dalam negeri yang diikuti oleh mitra asing.
Menurut Airlangga Hartarto, yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Trade Expo Indonesia 2023 harus menjadi platform yang merepresentasikan output dari kebijakan pemerintah di sektor perdagangan. Perjanjian dagang dan ekonomi dalam bentuk PTA, FTA, maupun CEPA diharapkan mencerminkan potensi transaksi dagang di TEI 2023. Ia menekankan bahwa target tahun ini harus ditingkatkan dari tahun sebelumnya dengan peserta lebih banyak dan target ekspor yang lebih tinggi, mencapai USD10 miliar.
Pemerintah juga terus mendorong pelaku usaha dalam negeri untuk membuka pasar baru, seperti di Afrika. Upaya untuk memasuki pasar benua tersebut telah diwujudkan melalui kunjungan Presiden Joko Widodo ke sejumlah negara di benua tersebut.


