“Jika pola konsumsi makanan instan dan tinggi gula terus berlangsung, anak berisiko mengalami kekurangan gizi. Pada usia di bawah dua tahun, kondisi ini dapat berujung pada stunting yang berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak,” katanya.
Untuk itu, para kader memberikan panduan sederhana namun penting dalam menyiapkan susu pertumbuhan, yakni menggunakan air hangat dengan suhu yang sesuai agar kandungan protein, vitamin, dan mineral tidak rusak, menjaga kebersihan wadah minum anak, serta mengikuti takaran yang dianjurkan pada kemasan.
Melalui program edukasi ini, PP Aisyiyah berharap para ibu dapat lebih bijak dalam mengolah bantuan pangan yang diterima selama masa pemulihan pascabencana. Dengan pemahaman yang tepat mengenai gizi dan pola makan sehat, anak-anak di daerah terdampak bencana diharapkan tetap memperoleh asupan nutrisi yang cukup sehingga terhindar dari risiko gizi buruk maupun stunting.


