JAKARTA, TERMINALNEWS. CO – Sejumlah aktivis lintas sektoral menyerukan dikembalikannya nilai-nilai Pancasila dalam demokrasi di Indonesia.
Hal itu terungkap dalam ajang Musyawarah Aktivis Lintas Sektoral yang mengangkat tema “Menuju Demokrasi Pancasila” di Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Gerakan Nasional 98 bersama Forum Bersama Bhinneka Tunggal Ika, serta beberapa elemen lainnya, seperti Gema Puan, Solidaritas Buruh Nasional, Perserikatan Sosialisme-Demokrasi, serta Serikat Jasa Angkutan Online Kerakyatan (Sejatera).
Dalam acara ini, perwakilan elemen menyampaikan pandangannya terkait kondisi demokrasi Indonesia saat ini dalam orasi politik.
Koordinator Gerakan Nasional 98, Anton Aritonang menegaskan, saat ini cita-cita reformasi 98 semakin tergerus oleh kepentingan elit. Menurutnya, demokrasi saat ini justru didominasi oleh mereka yang memiliki modal besar, bukan berbasis pada suara akar rumput.
“Perjuangan 1998 bukan hanya soal menjatuhkan rezim, tapi tentang harapan agar rakyat kecil punya masa depan yang lebih demokratis,” jelas Anton.
Anton juga mendorong pembentukan Panitia Konstitusi sebagai langkah memperbaiki arah demokrasi, agar ruh politik di Indonesia kembali pada spirit musyawarah, gotong royong, dan keadilan sosial.
Dalam kesempatan yang sama, Sekjen Forum Bersama Bhinneka Tunggal Ika, Yoega Diliyanto menyoroti ancaman polarisasi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. “Indonesia ini berdiri di atas kebhinnekaan, tapi hari ini keberagaman sering dipakai sebagai alat memecah belah,” kata Yoga.


