JAKARTA, TERMINALNEWS.CO – Ketua Umum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI), Imam Sudjarwo, mengungkap alasan mengapa final Proliga 2025 diputuskan untuk digelar di Yogyakarta, bukan di Indonesia Arena seperti pada musim 2024. Keputusan ini dilakukan untuk mengakomodasi pecinta voli di Yogyakarta dan sekitarnya yang sempat kecewa pada musim sebelumnya.
Pada musim 2024, final Proliga awalnya direncanakan berlangsung di Yogyakarta. Namun, PBVSI akhirnya memindahkan laga puncak ke Indonesia Arena, Senayan, Jakarta. Keputusan ini menuai kritik dari pecinta voli di Yogyakarta dan Jawa Tengah yang merasa terabaikan.
“Pertimbangannya satu, kita timnya tidak terlalu banyak ya. Contoh tim putra hanya lima. Kemudian yang kedua memang kita sebelumnya sudah order dulu yang ada di Jogja. Tapi pada akhirnya kami memutuskan di Senayan,” jelas Imam.
Menurut Imam, langkah tersebut memang mempertimbangkan beberapa faktor, namun ia mengakui bahwa keputusan itu mengecewakan banyak pihak di Yogyakarta. Untuk itulah, PBVSI ingin menebus kesalahan dengan menjadikan Yogyakarta sebagai tuan rumah grand final Proliga 2025.
Imam menyoroti tingginya animo masyarakat Yogyakarta terhadap pertandingan bola voli. Kota ini menjadi salah satu wilayah dengan jumlah penonton terbanyak selama Proliga berlangsung.
“Di Daerah Istimewa Yogyakarta, penontonnya selalu yang paling banyak. Bahkan, penonton datang dari berbagai daerah seperti Purwokerto, Sukoharjo, Gombong, Magelang, hingga Solo,” ujarnya. Faktor ini menjadi salah satu alasan kuat mengapa Yogyakarta selalu menjadi kota unggulan dalam pelaksanaan turnamen bola voli.


