
Sebuah sumber menyebut, “Alejandro tahu Premier League adalah liga terbaik di dunia. Meski pernah mengalami momen-momen indah di Manchester United, dia ingin berkembang menjadi bintang dunia. Inggris adalah tempat terbaik untuk itu, dan Chelsea punya banyak pemain muda berbakat.”
Garnacho yang telah mencatatkan 26 gol dan 22 assist dalam 144 penampilan bersama United, disebut pernah digambarkan sebagai pemain “luar biasa” oleh Rasmus Hojlund. Namun, rasa frustrasi terhadap Amorim dan keyakinannya untuk menjadi pemain utama diyakini menjadi alasan utama kepergiannya dari Old Trafford.
Chelsea Menarik, Tapi Penuh Risiko
Chelsea yang berhasil lolos ke Liga Champions musim depan dan menjuarai UEFA Conference League tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi Garnacho.
Namun, banyak yang mengingatkan bahwa di bawah kepemilikan Todd Boehly, Chelsea dikenal sering bongkar pasang pemain, terutama di posisi winger.
Nama-nama seperti Mykhailo Mudryk, Christopher Nkunku, Jadon Sancho, Joao Felix, hingga Pedro Neto sempat mengisi posisi sayap, tapi belum ada yang benar-benar tampil konsisten.
Jika Garnacho benar-benar pindah ke Stamford Bridge, ia harus bersaing ketat dalam skuad yang sarat talenta muda namun belum stabil. Langkah ini bisa menjadi peluang emas, namun juga berisiko tinggi bagi masa depannya.


