Sementara itu, dari sektor putri, Indonesia juga menunjukkan tajinya. Unggulan pertama Mischka Sinclaire Goenadi tampil meyakinkan dalam laga semifinal dengan menyingkirkan kompatriotnya, Lailatul Fajria.
Petenis berusia 16 tahun itu menang dua set langsung 6-4, 6-3, dan memastikan tempat di partai final tunggal putri.
Di babak final, Mischka akan menghadapi tantangan dari petenis non-unggulan asal China, Siyun Xiao.
Meski tidak masuk daftar unggulan, Siyun tampil impresif sepanjang turnamen dan dianggap sebagai lawan yang patut diwaspadai.
Namun, Mischka yang saat ini berada di peringkat 457 dunia ITF Junior diunggulkan untuk meraih gelar.
Tidak hanya di nomor tunggal, Mischka juga berpeluang meraih gelar ganda. Berpasangan dengan Shinar Zahra Shukayna Heriyadi Sunggoro, pasangan unggulan teratas itu sukses menembus babak final ganda putri.
Mereka akan berhadapan dengan pasangan gado-gado Indonesia-China, Joanne Lynn Hartono dan Jihan Li, yang tampil mengejutkan sepanjang turnamen.
Turnamen Detec International Junior Championship ini merupakan bagian dari kalender resmi ITF World Tennis Tour Juniors kategori J30.
Ajang ini menjadi wadah penting bagi petenis muda untuk mengumpulkan poin peringkat internasional serta mengasah mental bertanding di level internasional.
“Turnamen ini kami rancang tidak hanya untuk menghasilkan juara, tetapi juga menciptakan atmosfer kompetisi yang membentuk karakter dan daya saing para petenis junior kita,” tambah Anshari.
Seri pertama turnamen ini digelar sejak awal pekan dan diikuti oleh peserta dari berbagai negara Asia seperti Thailand, China, Taiwan, India, Jepang, hingga Uzbekistan.


