Pemerintah, lanjut Erick, tidak hanya berfokus pada hasil kompetisi, tetapi juga memperkuat fondasi pembinaan melalui dukungan sport science dan fasilitas pemulihan cedera.
Untuk mengantisipasi risiko cedera yang kerap dialami atlet, Kementerian Pemuda dan Olahraga telah menyiapkan terobosan melalui pusat sport science dan recovery di Cibubur Youth Elite Sport Center.
Fasilitas ini dirancang untuk menunjang kebutuhan atlet, mulai dari analisis performa, terapi cedera, hingga pemulihan kondisi fisik secara komprehensif.
“Untuk atlet yang cedera, kita buat terobosan di Cibubur sebagai pusat sport science dan recovery, termasuk berbagai kebutuhan atlet. Ini bagian dari upaya kita agar pembinaan tidak terputus hanya karena masalah cedera,” jelasnya.
Lebih lanjut, Erick menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan anggar sebagai salah satu cabang olahraga unggulan nasional.
Hal itu sejalan dengan rencana revisi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), di mana anggar masuk dalam daftar 21 cabang olahraga prioritas.
Dengan masuknya anggar dalam kategori cabang olahraga unggulan, pemerintah akan menyusun program pembinaan jangka pendek, menengah, dan panjang secara lebih terstruktur. Targetnya tidak hanya prestasi di tingkat regional, tetapi juga menembus kompetisi elite dunia.
“Kita sedang revisi DBON nantinya. Karena anggar masuk, kita akan fokus menjadikannya salah satu program jangka pendek, menengah, dan panjang,” kata Erick.
Ia menambahkan, pembinaan atlet akan diarahkan pada target-target besar seperti Olimpiade, Asian Games, dan SEA Games. Selain itu, perhatian juga diberikan pada regenerasi melalui pembinaan atlet-atlet muda agar kesinambungan prestasi tetap terjaga.


