“Mana jauh banget kalahnya. Setiap game point, enggak ada yang bisa kuambil. Aku terlalu banyak mati sendiri. Aku selalu bernafsu untuk menembak. Bolanya malah out atau nyantol di net,” ujar Ratu, pengidola Aldila Sutjiadi.
Kekalahan tidak membebaninya, peringkat ketujuh Nasional ini mengaku akan bermain lepas untuk meraih satu tiket partai puncak.
“Coba main lebih awet. Kalau menang, alhamdulillah. Kalau kalah, tinggal evaluasi lagi,” ujarnya.
Satu tiket final lainnya akan diperebutkan oleh dua petenis Jawa Tengah, Azza Zulaikha Kanahaya dan Naifah Nur Aisyah. Pada perempat final, unggulan kedua, Azza, menyudahi unggulan delapan, Tamara Nasyfa, 6-4, 6-4; unggulan keenam, Naifah, melewati unggulan keempat, Joycelline Darlly Callista, 6-3, 7-5.
Semi final antar unggulan juga tersaji pada sektor putra KU 14. Wakil Mataram (NTB), Raka AGB, menantang wakil Jakarta, Darren Adam Sofian. Wakil Bekasi, Reavan Rio Suryana meladeni wakil Semarang, Faiq Putra Giyandra.
Selain KU di atas, Detec Open menyelenggarakan lima KU lain yakni 8, 10,12, 14, dan 18. Kecuali KU termuda, Kejurnas yang telah berumur 9 tahun ini konsisten menggelar kompetisi tunggal dan ganda bagi tiap jendernya.


