Dengan hasil itu, pada partai puncak kejuaraan untuk memperebutkan Piala Suhandinata yang akan digelar Sabtu (30/9) pukul 13.00 waktu setempat, Tim Merah-Putih muda akan bertemu China. Negeri Tirai Bambu itu lolos ke final setelah mengalahkan Malaysia di semifinal dengan 3-0.
“China tentu memiliki pemain yang bagus-bagus, tetapi kita pun juga memiliki pemain yang tidak kalah bagus. Kita harus fokus kepada kelebihan yang kita miliki dan jangan memikirkan kekurangan yang malah bisa menjadi bumerang,” tutur Alwi Farhan, pemain tunggal putra, sekaligus kapten tim.
“Semoga besok, kalau saya diturunkan lagi bisa tampil baik saat lawan China. Menghadapi partai final itu lebih ke persiapan mental. Semua pemain pasti ada tekanan karena ingin menjadi juara. Kalau saya diturunkan lagi, semoga posisinya seperti saat lawan Chinese Taipei, yaitu saat Indonesia unggul 2-0. Dan itu pasti membuat saya lebih semangat lagi,” ujar Muti.
Keunggulan Indonesia di pertandingan semifinal mulai diretas dari ganda campuran. Pasangan Jonathan Farrell Gosal/Priskila Venus Elsadai yang dipilih bertanding lawan Chinese Taipei, juga sukses menunaikan tanggung jawabnya dengan baik. Meski di gim pertama sempat kalah, andalan Indonesia ini bisa bangkit.
Setelah bertarung selama 56 menit, mereka bisa memetik kemenangan atas Bao Xin Da Gu La Wai/Chung Chia En dengan skor 24-26, 21-19, 21-16. Indonesia pun memimpin 1-0.
“Puji Tuhan dan rasanya senang bisa memberi poin bagi Indonesia karena dari sisi permainannya, kami juga sudah makin baik. Kami bersyukur saja bisa menang dan membawa Indonesia unggul 1-0,” kata Jojo, sapan karib Jonathan Farrell Gosal.


