“Aku denger orkestranya Mas Andi Rianto, langsung kepikiran choir anak-anak. Ternyata Irvnat juga bilang hal yang sama, jadi kami ketawa sendiri,” katanya.
Choir tersebut menghadirkan nuansa lembut namun emosional, terutama pada puncak lagu.
Bahkan, keterlibatan di proyek ini membuat anak-anak semakin antusias. “Atreya sampai bilang ke Iko, ‘Pak, kalau ada Timur 2, aku mau main.’”
MV Megah dengan Teknologi XR
MV “Nyanyian Timur” digarap oleh sutradara Yudha Mancha Prakasa di Doss Guava XR Studio, salah satu studio virtual production terkemuka di Indonesia.
Menggunakan teknologi layar LED raksasa dan set nyata, MV ini menghadirkan visual berskala sinematik. “Dengan XR, MV terasa seperti fragmen film. Megah, tapi tetap fokus pada emosinya,” ujar Yudha.
Aransemen orkestra megah dari Andi Rianto turut memperkuat suasana. “Aku dengar orkestranya langsung merinding,” kata Audy.
Dua Versi Lagu: Megah dan Lirih
Audy mengonfirmasi bahwa “Nyanyian Timur” hadir dalam dua versi:
Versi MV: orkestra besar, choir anak-anak, dan visual spektakuler.
Versi film (akustik): lebih intim, lirih, dan emosional—dinikmati di adegan tertentu. Versi ini diaransemen oleh Yai Item, adik Audy.
Dukungan Iko Uwais
Audy mengungkapkan bahwa suaminya menjadi pendorong utama di balik keikutsertaannya sebagai penyanyi OST film ini.
“Pas aku bilang mau bikin lagu, Iko langsung bilang, ‘Harus kamu yang nyanyi.’ Kita saling dukung—dia fokus film, aku fokus musik,” tuturnya.


