Kehadiran Avila di MTCC juga mendapat perhatian dari komunitas otomotif dan motorsport Indonesia.
Sebagai salah satu pembalap muda potensial, kiprahnya di ajang internasional dinilai penting untuk membawa nama bangsa sekaligus membuka jalan bagi generasi penerus di dunia balap.
Alvin Bahar, yang turut mendampingi sang putra, menegaskan pentingnya pengalaman lintas negara dalam membentuk mental juara.
“Ajang seperti MTCC sangat berharga untuk Avila. Di sini dia belajar endurance, strategi, serta menghadapi tekanan balapan panjang. Ini akan sangat berguna untuk kariernya ke depan,” ujarnya.
Sirkuit Sepang yang dikenal memiliki trek panjang dengan kombinasi tikungan cepat dan lambat, ditambah cuaca Malaysia yang kerap berubah, diyakini menjadi ujian tambahan bagi seluruh peserta.
Faktor fisik dan stamina pembalap pun akan sangat menentukan. Namun, Avila menyatakan tetap optimistis.
“Kami sudah menyiapkan diri sebaik mungkin. Tinggal bagaimana kami mengeksekusi strategi di lintasan. Saya percaya dengan tim dan rekan setim saya. Mudah-mudahan kami bisa memberi hasil terbaik,” pungkasnya.
Final Malaysia Touring Car Championship (MTCC) 2025 akan menjadi salah satu balapan paling dinantikan di kawasan Asia Tenggara.
Dengan kombinasi semangat muda, dukungan tim yang solid, serta pengalaman sebelumnya, Avila Bahar dan Putera Adam dipastikan menjadi salah satu pasangan yang layak diperhitungkan.


