Ia menegaskan bahwa film-film lain yang dinilai bukan berarti tidak memenuhi standar. Namun, dalam setiap periode, dewan juri harus menentukan satu karya yang dianggap paling menonjol dibandingkan yang lain.
“Semua film yang beredar pada periode ini layak diapresiasi dan ditonton. Masing-masing membawa pesan moral yang mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan buruk terhadap sesama,” katanya.
Pada kategori penyutradaraan, Charles Gozali dinilai berhasil menerjemahkan skenario menjadi tontonan yang menarik dan efektif. Kemampuannya menjaga ritme cerita serta membangun alur yang mudah dipahami menjadi alasan utama dewan juri menobatkannya sebagai Sutradara Terpilih.
Sementara itu, kategori Pemeran Pria Terpilih diberikan kepada Benidictus Siregar melalui penampilannya dalam “Sekawan Limo 2”. Adapun Pemeran Wanita Terpilih diraih Callista Arum berkat aktingnya dalam “Tumbal Proyek”.
Menurut Ismail, kedua aktor tersebut mampu menghadirkan karakter yang kuat dan meninggalkan kesan mendalam bagi penonton.
Untuk kategori Director of Photography, penghargaan jatuh kepada Hani Pradigya dari “Badut Gendong”. Dewan juri menilai kualitas visual dan pengambilan gambar dalam film tersebut berhasil memperkuat atmosfer cerita sekaligus memberikan pengalaman menonton yang memuaskan.
FFH menegaskan bahwa seluruh insan perfilman yang terlibat dalam lima film yang dinilai telah menunjukkan dedikasi dan kemampuan terbaik mereka. Namun, sebagai ajang apresiasi, festival tetap harus memilih karya dan individu yang dianggap paling menonjol pada setiap periodenya.


