
Selain Putri Marino, dalam kesempatan tersebut juga hadir sutradara Edwin, peraih dua Piala Citra FFI untuk Sutradara Terbaik pada 2022 (“Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas”) dan pada 2017 (“Posesif”).
Edwin sendiri telah bekerja sama dengan Putri Marino di “Posesif”, yang menandai pertama kali keduanya berkolaborasi, dilanjutkan dengan “Kabut Berduri”. Edwin membagikan pengalamannya tentang dinamika sebagai sutradara dan kerja samanya bersama aktor.
“Putri Marino bisa menciptakan sentuhan baru untuk setiap karakternya. Itu yang saya cari di seorang aktor. Mau secanggih apapun tekniknya si aktor, pengalaman hidup juga berpengaruh ke karakter yang sedang dibangun. Koneksi dari pengalaman personal dan karakter ini yang perlu digali,” ucap Edwin, saat ditanya apa yang ia cari dari seorang aktor.
Selain berbagi ilmu tentang keaktoran, ajang ini juga menjadi momen bagi Palari Films untuk mencari talenta baru dengan melakukan casting ke para kreator konten TikTok. Casting dilakukan dengan memanfaatkan fitur stitch di TikTok.
Nantinya, pemenang dari casting ini akan ikut bermain dalam film terbaru produksi Palari Films. Untuk mengikuti kompetisi casting, kreator perlu melakukan stitch video yang
sudah di-pin di akun TikTok Putri Marino (@marinoputri) dan ikuti adegan dari
Film “Tebusan Dosa” di video tersebut sekreatif mungkin.
Kreator wajib menggunakan tagar #KreatorJadiAktor dan tag @palarifilms_ di caption video casting. Kreator juga wajib follow akun @palarifilms_ dan repost official trailer
“Tebusan Dosa” di akun @palarifilms_.


