Zhang pun menyadari, ekspresi cemberut si kuda rupanya memiliki makna emosional bagi banyak orang, terutama kalangan pekerja muda.
“Banyak pelanggan menyukainya karena merasa boneka itu mewakili semangat pekerja kantoran masa kini,” ujar Zhang.
Ia menambahkan, boneka kuda menangis tersebut dianggap mencerminkan realitas hidup pekerja modern yang sarat tekanan.
Viral dan Jadi Bahan Candaan
SCMP melaporkan, boneka tersebut juga menjadi bahan candaan warganet.
“Kuda yang menangis adalah wajahmu saat bekerja, sedangkan kuda yang tersenyum adalah wajahmu setelah pulang kerja,” demikian salah satu lelucon yang beredar di media sosial China.
Seiring meningkatnya permintaan, Zhang meningkatkan kapasitas produksi di pabriknya, termasuk untuk memenuhi pesanan dari luar negeri.
Boneka kuda setinggi sekitar 20 sentimeter itu dijual dengan harga 25 yuan atau sekitar Rp70.000. Berwarna merah sebagai simbol keberuntungan, boneka tersebut dilengkapi kerah dan lonceng emas, serta bordiran bertuliskan “uang datang dengan cepat” pada bagian tubuhnya.
Tanpa disengaja, kesalahan kecil itu justru melahirkan ikon Imlek baru yang tak hanya menggemaskan, tetapi juga terasa dekat dengan realitas kehidupan banyak orang.|Foto : Istimewa


