Data menyebutkan, Tahun Buku 2024 KSP TLM Indonesia memiliki anggota sebanyak 312.831 orang, tumbuh sebesar 11,7% dari tahun sebelumnya, dengan jumlah aset sebesar Rp865 miliar atau naik 23,93%.

Modal sendiri tercatat sebesar Rp412 miliar (naik 46,62%), pendapatan Rp279 miliar (19,23%), dan menghasilkan SHU sebesar Rp137 miliar (naik 23,42%).
“Gambaran tersebut menunjukkan tren kenaikkan dari tahun sebelumnya dan masih berpotensi untuk terus mengembangkan usahanya,” papar Menkop Budi Arie.
Menkop meyakini pemerintah bakal terus memperkuat koperasi sebagai alternatif pembiayaan bagi usaha mikro.
“Saya berharap KSP TLM Indonesia tetap berkomitmen untuk melakukan pemberdayaan sektor mikro, sekaligus pelindung bagi pelaku usaha dari rentenir dan tengkulak yang menjerat dengan beban utang tinggi,” ujar Menkop.
Ke depan, Menkop berharap KSP TLM Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan anggota dengan mengembangkan potensi di sektor-sektor strategis lainnya.
Bahkan, pemekaran usaha koperasi melalui pembentukan koperasi baru yang telah dilakukan KSP TLM Indonesia, dapat menjadi langkah awal strategis dalam mewujudkan holding koperasi dan Korporasi Koperasi.
“Holding koperasi memungkinkan koperasi untuk memperluas jangkauan usaha, meningkatkan daya saing, dan mencapai skala ekonomi yang lebih besar melalui sinergi antar anak perusahaan yang berbentuk badan hukum koperasi,” tutur Menkop.


