Kalau pun terpaksa harus ke Masjidil Haram, tambah Mujib, jemaah diminta untuk menggunakan kendaraan di luar layanan bus shalawat, contohnya taksi. “Karena kalau jemaah harus menunggu bus itu terlalu lama. Pukul 08.30 hingga pukul 16.00 itu cukup lama, jemaah bisa kepanasan dan kelelahan,” ujarnya.
Mujib juga tidak menyarankan jemaah untuk berjalan kaki pergi dan pulang ke Masjidil Haram. “Itu akan menguras energi. Kita persiapkan fisik menjelang Armuzna. Dan lebih baik salat Jumat di hotel saja,” katanya◾️Foto : Istimewa.


