Video klip lagu ini digarap oleh Baim dan Teguh, dua videografer muda asal Piaman. Proses pengambilan gambar juga melibatkan penari dan pesilat lokal, menampilkan kekayaan budaya Minangkabau dalam visual yang enerjik.

“Kabupaten dan Kota Pariaman memang sudah terpisah secara administratif, tapi masyarakatnya tetap hidup dalam kultur yang sama. Tak akan terpisahkan sampai kapanpun,” kata Buset.
Piaman selama ini dikenal lewat tradisi lelaki bajapuik, Tabuik, dan Basapa di makam Syekh Burhanuddin. Namun, lewat lagu ini, Duo Ajo ingin menunjukkan bahwa budaya Piaman jauh lebih luas dan penuh potensi kreatif.
“Kami ingin memperkenalkan sisi lain budaya Piaman kepada dunia. Lewat musik, kami berharap generasi muda bisa semakin bangga dengan identitasnya,” tutup Ajo Buset.
Lagu “Yo Kah Tu Piaman” rencananya akan dirilis di Instagram dan facebook “DUO AJO” bersama video klipnya dalam waktu dekat. Setelah perilisan, Duo Ajo juga berencana aktif memproduksi konten komedi dan budaya lewat akun kolaborasi mereka, “Duo Ajo”, sebagai media edukasi dan hiburan untuk masyarakat luas.


