Bagi Christo, kemenangan ini terasa emosional. Ia mengaku sempat kehilangan fokus setelah menang mudah di set pertama.
“Kemenangan yang sangat mudah di set pertama membuat saya sedikit terlena. Lawan bisa merespon dengan baik di set kedua. Untungnya Rifqi tampil semakin baik di super tie-break, sehingga kami bisa kembali mengendalikan permainan,” ujar Christo usai pertandingan.
Sementara itu, Rifqi menyebut gelar ini menjadi pencapaian spesial baginya.
“Ini gelar kedua saya bersama Christo di ITF World Tennis Tour. Saya bangga bisa juara di hadapan publik sendiri. Kemenangan ini juga memotivasi kami untuk lebih fokus menghadapi turnamen-turnamen berikutnya, dengan target utama meraih emas di SEA Games Thailand nanti,” ucap Rifqi.
Atas kemenangan tersebut, Christo/Rifqi berhak membawa pulang hadiah uang sebesar USD 1.782 serta tambahan 25 poin peringkat dunia.
Sementara pasangan Leong/Matsuda sebagai runner-up mendapatkan hadiah USD 1.023 beserta trofi.
Selain mempersembahkan gelar bagi Indonesia, keberhasilan ini juga diharapkan menjadi momentum kebangkitan tenis tanah air, khususnya di sektor ganda putra.
Selain partai final ganda putra, turnamen Seri VII M-25 juga menampilkan laga semifinal tunggal putra.
Unggulan pertama asal Inggris, Max Basing, kembali menunjukkan dominasinya. Ia lolos ke final usai menyingkirkan petenis India, S.D. Prajwal Singh, dengan skor 6-3, 6-2.
Bagi Basing, ini adalah final kelima dari tujuh seri turnamen yang sudah digelar. Catatan impresif ini menegaskan statusnya sebagai pemain yang paling konsisten sepanjang rangkaian kompetisi.


