“Melawan tim kuat Asia, kita harus konsisten sepanjang 40 menit. Momentum dan konsistensi adalah kunci, terutama untuk menghadapi Thailand,” ujar Coach Ahang.
Saat menghadapi Thailand pada Minggu (24/11) di Indonesia Arena, semua pemain diminta memberikan kontribusi maksimal, termasuk mereka yang masuk dari bangku cadangan.
“Poin dari pemain bench kita kurang di laga sebelumnya. Ke depan, siapa pun yang masuk dari bench harus memberikan dampak positif, baik dalam mencetak angka maupun menjaga lawan,” tegasnya.
Laga melawan Thailand menjadi krusial untuk menjaga peluang lolos ke FIBA Asia Cup 2025 di Arab Saudi. Indonesia tidak hanya membutuhkan kemenangan, tetapi juga harus menang dengan selisih lebih dari 17 poin untuk memperbaiki posisi di klasemen Grup A.
Pada pertemuan sebelumnya, Indonesia kalah dengan skor 56-73 dari Thailand. Saat ini, Indonesia berada di peringkat keempat Grup A dengan raihan 3 poin, sementara Thailand berada di peringkat ketiga dengan 4 poin.
Di puncak klasemen, Australia memimpin dengan 6 poin dari tiga kemenangan, diikuti oleh Korea Selatan dengan 5 poin.
Dengan dukungan penuh dari para suporter di Indonesia Arena, Timnas diharapkan mampu bangkit dan mencatatkan kemenangan penting. Partai melawan Thailand menjadi ujian besar untuk membuktikan kemampuan sekaligus menjaga asa menuju FIBA Asia Cup 2025.


