Dalam sejumlah forum global, program tersebut juga dikaitkan dengan agenda pembangunan berkelanjutan yang didorong Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Indonesia, dengan kekayaan bahan pangan lokal serta keragaman tradisi kuliner dari Sabang hingga Merauke, memiliki pendekatan yang dinilai unik dalam pelaksanaannya. Implementasi program tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga pemberdayaan pangan lokal dan penguatan identitas budaya.
Dari London hingga Jeddah
Sebelum hadir di Jeddah, buku ini telah diperkenalkan di berbagai kota dunia. Pada Januari 2026, buku tersebut diserahkan kepada Duta Besar RI di London. Selanjutnya diperkenalkan dalam forum World Economic Forum di Davos, Swiss.
Versi bahasa Inggris buku itu juga diperkenalkan di KBRI Washington D.C., Amerika Serikat, dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo, sebelum akhirnya menjangkau Timur Tengah.
Sejumlah media internasional menilai pendekatan ini sebagai bentuk diplomasi baru Indonesia yang memadukan kebijakan strategis, budaya, serta program sosial dalam satu narasi yang komunikatif.


