Selain makanan kering, tersedia pula camilan segar seperti manisan mangga khas Indramayu. Diolah dari mangga lokal yang diiris tipis dan direndam dalam larutan gula selama beberapa hari, produk ini menjadi salah satu favorit pembeli. Rasa manis dengan sedikit sensasi asam menjadikannya alternatif oleh-oleh yang berbeda dari produk kering.
Kehadiran Teras Balongan tidak lepas dari peran PT Pertamina (Persero) dalam mendorong pengembangan UMKM lokal. Melalui program pembinaan, Pertamina menghadirkan wadah yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemasaran, tetapi juga sebagai ruang penguatan kapasitas usaha.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyebut Teras Balongan sebagai inovasi untuk memperluas akses pasar produk UMKM. Menurut dia, pengumpulan berbagai produk dalam satu lokasi memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus meningkatkan visibilitas produk lokal.
Lebih jauh, Pertamina juga menjalankan berbagai program pembinaan seperti pelatihan manajemen usaha hingga pemasaran digital. Langkah ini dinilai penting agar pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang secara berkelanjutan.
Teras Balongan sendiri diresmikan pada 2025 dan kini menaungi 22 pelaku UMKM dari sekitar wilayah operasi Kilang Balongan. Kehadirannya menjadi contoh bagaimana sinergi antara BUMN dan pelaku usaha lokal dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Di tengah arus balik yang kian padat, Teras Balongan bukan sekadar tempat singgah. Ia menjadi simpul kecil yang mempertemukan perjalanan, kenangan, dan upaya membangun kemandirian ekonomi berbasis lokal.


