Bagi Irene, perjamuan ini bukan sekadar soal jumlah porsi atau pencapaian rekor. Lebih jauh, ia menjadi ruang interaksi sosial yang menegaskan nilai kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi publik dalam menghidupkan budaya.
“Acara makan besar ini bukan sekadar soal menikmati hidangan, tetapi juga momentum berbagi dan merayakan kekayaan kuliner serta tradisi Cap Go Meh,” katanya.
Turut hadir Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie yang mendukung kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat riset, inovasi, dan promosi kuliner Indonesia. Sinergi tersebut diharapkan memperluas dampak budaya kuliner nasional, baik di dalam negeri maupun di panggung global.
Makan besar itu pada akhirnya menjadi penanda bahwa kuliner tradisional Indonesia tak hanya hidup di meja makan keluarga, tetapi juga mampu menjadi simbol persatuan dan mesin pertumbuhan ekonomi kreatif. Dari sepiring lontong, lahir pesan tentang keberagaman yang dirayakan bersama.


