Dijelaskannya juga bahwa, data usia muda sangat krusial untuk kebutuhan scouting jangka panjang. Dengan database yang rapi, klub atau pencari bakat dapat mengidentifikasi potensi sejak dini. Statistik membantu menemukan pemain-pemain dengan konsistensi tinggi, bukan hanya yang tampil menonjol dalam satu pertandingan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa data bukanlah solusi tunggal. Observasi langsung tetap dibutuhkan untuk membaca aspek teknis, mental, dan karakter pemain yang tidak sepenuhnya terekam angka.
Sebagai lulusan hukum, Dennis membawa pendekatan akademik ke dalam dunia sepak bola. Ia percaya olahraga ini perlu diarahkan ke sistem yang lebih ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan secara kuantitatif. Baginya, statistik adalah langkah awal menuju profesionalisme yang lebih matang.
Dalam setahun pengalamannya mengolah data statistik pemain sepak bola dirinya menemukan bahwa kontribusi terhadap sepak bola tidak hanya datang dari lapangan hijau. Lewat kerja di balik layar—mengumpulkan, menyusun, dan menganalisis data— fondasi informasi itu dapat membantu klub, pelatih, dan pencari bakat mengambil keputusan akan lebih rasional.
Dengan keterlibatan di Liga Soeratin U-15 dan Liga Jakarta U-17 tahun 2026, langkahnya semakin jelas: membangun ekosistem sepak bola Indonesia yang lebih berbasis data, dimulai dari akar pembinaan usia muda.

