“Dengan nobar film ini, diharapkan para siswa-siswi dapat mengambil nilai positif, salah satunya terkait kejujuran, sehingga nantinya dapat membagikan cerita mengenai kegiatan pada hari ini kepada teman-teman serta keluarga di rumah mengenai nilai-nilai yang tergambarkan pada film yang ditayangkan ini,” jelas Amir.
Tak hanya menjadi sarana hiburan, kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi lintas sektor dalam menyebarkan semangat antikorupsi. Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Sarjoko, menekankan pentingnya pendidikan karakter di kalangan pelajar. Menurutnya, nilai-nilai yang dibawa KPK melalui prinsip “Jumat Bersepeda KK”—jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras—selaras dengan misi pendidikan berbudi pekerti.
“Bagi anak-anak muda, sebagai calon generasi penerus bangsa, perlu menanamkan sikap dan mengaktualisasi apa yang ada dalam nilai-nilai serta prinsip ‘Jumat Bersepeda KK’ yang dimiliki oleh KPK,” ujar Sarjoko.
Senada dengan itu, Supendi dari Dewan Kesenian Jakarta juga mengajak siswa berdiskusi tentang pentingnya integritas, tanggung jawab, dan kemandirian sejak dini. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sangat relevan dalam membentuk generasi yang tangguh dan beretika.
Kepala Perpustakaan Jakarta & PDS H.B. Jassin, Diki Lukman Hakim, turut memberikan apresiasi atas konsistensi KPK dalam menggelar kegiatan edukatif semacam ini.
Melalui media film dan seni visual, KPK berharap pesan antikorupsi bisa menjangkau lebih luas dan menyentuh hati masyarakat, khususnya anak muda. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pendidikan KPK yang tidak hanya informatif, tetapi juga kreatif dan relevan. Ke depan, KPK berkomitmen untuk terus melibatkan berbagai mitra dalam upaya membumikan nilai-nilai antikorupsi di seluruh lapisan masyarakat.


