Dukungan ini sebagai bentuk komitmen wakil rakyat untuk terus mendukung upaya-upaya pencegahan radikal terorisme
dimana dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 pemerintah wajib melakukan upaya-upaya pencegahan.
“itulah kenapa hari ini kami hadir di Karanganyar. Saya bahagia ketemu para tokoh agama dan bisa berdiskusi dalam rangka mewujudkan kerukunan umat beragama,” tutur Eddy.
Menurutnya, kegiatan ini juga bagian mewujudkan tiga kerukunan umat beragama. Pertama bagaimana merukunkan inter agama, kedua meningkatkan kerukunan antarumat beragama, dan saling menghormati karena kerukunan itu sejatinya harus bisa ikhlas menerima perbedaan.
“Disitulah ciri-ciri orang menjadi radikal dan intoleansi karena tidak bisa menerima perbedaan,” tukas Kepala BNPT.
Oleh sebab itu, kata Eddy, BNPT dan stakeholder lainnya, akan selalu hadir untuk merawat kebhinekaan.
Ia juga berpersan kepada tokoh agama dan penghayat kepercayaan untuk terus berkolaborasi dalam melawan berbagai ideologi bertentangan dengan Pancasila.
BNPT juga siap melakukan pendampingan bila ada ancaman serta bekerjasama dengan aparat penegak hukum terhadap orang yang akan melakukan tindak pidana terorisme.
Pada kesempatan itu, Kepala BNPT mengatakan bahwa pada dua tahun terakhir tidak ada kejadian terorisme di permukaan.
Namun kondisi tidak membuat BNPT lengah, tetapi tetap waspadah dan berhati-hati dengan terus melakukan monitoring dengan jajaran intelijen dalam memonitor jaringan terorisme di Indonesia.
“Alhamdulillah, gelaran Pilkada Serentak berjalan aman dan lancar. Mudah-mudahan pada Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2025 juga berjalan aman dan damai.


