Dir Pam Obvit Baharkam Polri: Kegiatan Wasdal I Implementasi SMP Untuk Pastikan Keamanan Objek Vital Nasional

LOMBOK, TERMINALNEWS.CO – Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri melakukan kegiatan pengawasan dan pengendalian (Wasdal) terkait implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) di PT.Amman Mineral Nusa Tenggara. Rabu, (21/5/25).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dir Pam Obvit Baharkam Polri Brigjen Pol Suhendri serta didampingi oleh Kombes Pol Devy Firmansyah selaku Ketua Tim Wasdal I PT.Amman Mineral Nusa Tenggara, AKBP Khairul Aji Wijayatsi selaku Sekretaris dam Drs. Tavip Yulianto serta Angelo M. Turang selaku Tenaga Auditor Profesional.

Dalam kegiatan ini, turut hadir juga Wakapolda NTB Brigjen Pol Hari Nugroho, Karo Ops Polda NTB Kombes Pol Heri Sulesmono, Dir Pam Obvit Polda NTB Kombes Pol Suprayitno, Kapolres Sumbawa Barat AKBP Zulkarnain, Wudi Raharjo selaku Site Director PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Raymond Boyska selaku Sr. Manager HSE & Security, Susanto Lim selaku Vice President External Rrlatioms dan Manajemen PT Amman Mineral Nusa Tenggara.

Baca Juga :   Penanganan Varises dengan Metode Laser Tanpa Bedah, Kini Lebih Aman dan Mudah Bersama Rumah Sakit Royal Progress

Saat ditemui, Dir Pam Obvit Baharkam Polri Brigjen Pol Suhendri mengatakan maksud kegiatan Wasdal I Implementasi SMP ini ialah untuk memastikan keamanan pada Objek Vital Nasional (Obvitnas) dan Objek Tertentu (Obter) yang ada di wilayah Indonesia.

pul 128

“Kegiatan Wasdal ini ialah untuk melaksanakan kegiatan audit sistem manajemen pengamanan setelah dilaksanakan proses audit dan wasdal. Kegiatan ini mengedepankan pemutakhiran implementasi SMP yang memperhatikan rekomendasi dan perkembangan proses bisnis Obvitnas dan Obter,” katanya.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutnya
Beranda Berita Layanan Mimbar Agama Unit Kerja Kolom Profil Galeri Search Ketik di sini Rekomendasi Keywords: Gusmen Haji 2023 Hari Santri Pesantren Islam Sidang Isbat Halal Nasional Versi Audio Anugerah Syiar Ramadan 2025 Usung Spirit Siaran Keagamaan untuk Ketahanan Bangsa KontributorKontributor Kontributor Kamis, 22 Mei 2025 · 10:59 WIB Anugerah Syiar Ramadan Anugerah Syiar Ramadan Jakarta (Kemenag) — Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia bersama Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menggelar Anugerah Syiar Ramadan tahun 2025, bertempat di Auditorium H.M. Rasjidi Kemenag, pada Jum’at 23 Mei 2025. Tahun ini tema yang diusung adalah “Siaran Ramadan untuk Meneguhkan Ketahanan Bangsa”. Menurut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Abu Rokhmad, penyelenggaraan Anugerah Syiar Ramadan sebagai bentuk apresiasi terhadap program siaran keagamaan selama bulan suci Ramadan. “Ajang ini menjadi momentum penting untuk menegaskan peran strategis media dalam memperkuat ketahanan bangsa melalui dakwah yang mencerahkan, mendidik, dan membangun,” kata Abu, Kamis (22/05/2025) di Jakarta. Di tengah arus informasi digital, Abu menegaskan pentingnya Anugerah Syiar Ramadan sebagai upaya memperkuat ekosistem dakwah media yang kredibel. “Siaran keagamaan bukan sekadar tontonan, tapi juga tuntunan. Lewat apresiasi ini, kita dorong lembaga penyiaran untuk terus meningkatkan kualitas siarannya agar bisa menjawab kebutuhan zaman tanpa kehilangan ruh spiritualitas,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa Kementerian Agama telah mengambil langkah konkret untuk membina kualitas dakwah media, seperti melalui pelatihan dai, penyediaan naskah khotbah tematik, pembinaan penyiar agama Islam, serta pengiriman dai ke wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Abu berharap, penyiaran Ramadan ke depan dapat menjangkau generasi muda digital-native dengan pendekatan yang ramah, moderat, dan membangun. “Ketahanan bangsa tidak hanya dibangun dari kekuatan ekonomi atau politik, tapi juga dari ketahanan iman dan narasi kebaikan yang konsisten disiarkan,” pintanya. Pada kesempatan yang sama, Direktur Penerangan Agama Islam Ahmad Zayadi menekankan bahwa kegiatan Anugerah Syiar Ramadan bukan hanya soal penghargaan, tetapi juga sebagai forum konsolidasi nasional bagi pelaku penyiaran keagamaan. “Setiap tahun, kita tidak hanya memberi penghargaan, tapi juga memperkuat koordinasi antar-aktor kunci penyiaran agar dakwah media menjadi bagian dari ketahanan bangsa. Kita ingin siaran Ramadan jadi instrumen membangun akhlak publik,” ujar Zayadi. Ia menjelaskan, Anugerah Syiar Ramadan tahun ini memberikan 21 penghargaan kepada program televisi, radio, serta tokoh dan program inspiratif dari Kementerian Agama dan MUI. Kategori yang dilombakan antara lain meliputi ceramah, kultum, dokumenter, ILM Ramadan, hingga program yang mendukung gaya hidup halal dan literasi akhlak digital. Zayadi menambahkan bahwa Kemenag secara aktif telah menyelenggarakan pelatihan literasi digital dan dakwah media bagi penceramah dan penyuluh agama, agar penyiaran keagamaan dapat hadir secara bijak di ruang-ruang digital. “Ini era di mana narasi baik harus lebih viral dari kebisingan. Kita butuh konten keagamaan yang bukan hanya relevan, tapi ya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Gilla Band Kembali dengan “Giraffe”, Menandai Babak Baru Setelah Empat Tahun Vakum Rilis

JAKARTA,TERMINALNEWS.CO -| Setelah hampir empat tahun tanpa merilis materi...

Rano Karno Gandeng Netflix, Jakarta Kian Dekat Menjadi Kota Sinema Kelas Dunia

NUSADUA,BALI,TERMINALNEWS.CO -| Visi Jakarta sebagai Kota Sinema semakin menemukan...

Menkomdigi: Transformasi AI Harus Perkuat UMKM dan Tingkatkan Akurasi Penyaluran Bansos

JAKARTA,TERMINALNEWS.CO -| Pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) di Indonesia...

Pariwisata 2027 Dibidik Jadi Motor Pertumbuhan, Kemenpar Fokus pada Kualitas dan Keberlanjutan

JAKARTA,TERMINALNEWS.CO— Pemerintah menempatkan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak...