“Masyarakat tidak perlu panik. Kami memastikan stok elpiji dalam kondisi aman dan distribusi terus berjalan meskipun dengan pola yang berbeda,” katanya.
Selain jalur laut, Pertamina juga menerapkan berbagai skema distribusi lain sesuai kondisi lapangan. Untuk wilayah Banda Aceh, Pidie Jaya, dan Bireuen, distribusi dilakukan melalui skema Ro-Ro (Roll On–Roll Off). Sementara itu, pasokan ke Aceh Timur dan Langsa masih dapat dilakukan melalui jalur darat dari arah Aceh Tamiang.
Tak hanya itu, untuk menjangkau wilayah pegunungan seperti Bener Meriah, Pertamina bahkan mengerahkan helikopter dengan metode sling load guna memastikan elpiji tetap sampai ke masyarakat.
Pertamina Patra Niaga berharap perbaikan infrastruktur jalan, termasuk jalur Lhokseumawe–Bener Meriah dan jembatan penghubung Bireuen–Lhokseumawe, dapat segera rampung sehingga distribusi energi dapat kembali berjalan normal.
“Begitu akses darat pulih sepenuhnya, kami akan kembali ke pola distribusi reguler agar penyaluran elpiji semakin optimal,” tutup Sunardi.


