Untuk menghadapi Jepang yang dikenal dengan intensitas tinggi dan kedalaman skuad mumpuni, Djoko menyarankan tiga strategi utama:
Low Block & Counter Cepat: Indonesia harus bermain dengan blok rendah dan memanfaatkan transisi cepat melalui sisi sayap.
Man Marking Pemain Kreatif: Gelandang serang Jepang seperti Daichi Kamada dan Takefusa Kubo harus dimatikan pergerakannya sejak awal.
Eksploitasi Bola Mati: Djoko menyebut Jepang cenderung lengah saat menghadapi skema bola mati tak terduga.
Gunakan Dua Gelandang Bertahan: Jika tekanan terlalu besar, Shayne Pattynama dan Ivar Jenner dapat dipasang bersamaan untuk memperkuat lini tengah.
Djoko mengingatkan bahwa dukungan publik terhadap Timnas Indonesia harus dibarengi dengan dorongan profesional untuk peningkatan kualitas teknis tim.
Ia menilai kemenangan atas China memang membanggakan, namun ujian sesungguhnya adalah saat menghadapi tim papan atas seperti Jepang.
“Kemenangan atas China adalah langkah penting, tapi melawan Jepang kita harus naik kelas. Ini bukan sekadar laga, ini ujian kedewasaan sepak bola Indonesia,” tutup Djoko.


