Meskipun demikian, Yusron mengakui bahwa ada faktor lain yang berkontribusi pada performa timnya, termasuk kelelahan dan adaptasi pemain muda. “Secara permainan mereka sudah bisa beradaptasi dengan situasi pertandingan yang berlangsung di cuaca panas. Selain itu dari sisi teknis, beberapa pemain ada yang dari usia lebih muda (kelahiran tahun 2009), jadi belum nyetel secara utuh dengan tim. Tapi itu resiko saya sebagai pelatih dan bagian yang harus saya perbaiki,” tambahnya.
Di sisi lain, pelatih ISA MB, Mulyadinata, mengungkapkan kepuasannya dengan semangat juang timnya yang hanya diperkuat 12 pemain. “Yang penting kita niatnya baik, semangat, pantang nyerah, ada berapapun kita hajar terus gas! Selagi kita masih membentuk tim yang solid, progres akan jalan,” kata Mulyadinata. Ia juga menjelaskan bahwa timnya memang merencanakan strategi serangan balik dengan skema 5-3-2 yang bisa berubah menjadi 3-4-3, memanfaatkan situasi dan kapasitas pemain yang terbatas.
Statistik pertandingan menunjukkan Raga Negeri sedikit lebih dominan dalam penguasaan bola dengan 52% berbanding 48% milik ISA MB. Raga Negeri juga lebih banyak melepaskan tembakan (16 berbanding 10) dan tembakan ke arah gawang (9 berbanding 7). Namun, ISA MB bermain lebih bersih dengan hanya 3 pelanggaran dibandingkan 9 pelanggaran yang dilakukan Raga Negeri. Hasil imbang ini membuat kedua tim harus puas berbagi poin dan melanjutkan perjuangan di sisa kompetisi Liga Jakarta U-17.

