Syakir Daulay mengaku memiliki ikatan emosional dengan proyek tersebut karena mengingatkannya pada kenangan bersama kakek dan nenek.
“Film ini mengingatkan kita bahwa momen bersama nenek adalah kenangan yang sangat berharga. Mereka sering menjadi penjaga tradisi, cerita keluarga, sekaligus sosok yang selalu memberikan kasih sayang tanpa syarat,” ujarnya.
Kisah Nenek yang Menunggu Hingga Nafas Terakhir
Dua Nafas mengisahkan Anto, seorang anak yang terpaksa dititipkan ibunya, Wati, kepada sang nenek, Mariyam, di sebuah desa terpencil.
Awalnya Anto yang terbiasa hidup di Jakarta merasa sulit beradaptasi dengan kehidupan desa. Namun perlahan, ia belajar memahami arti keluarga, ketulusan, dan perjuangan hidup melalui kasih sayang Mariyam serta persahabatannya dengan Putri dan Udin.
Di tengah keterbatasan ekonomi, Mariyam membesarkan cucunya dengan penuh pengorbanan. Perjalanan itu kemudian membawa Anto meraih cita-citanya menjadi seorang dokter.
Cerita berlanjut 16 tahun kemudian ketika Anto kembali ke kampung halaman dengan membawa ijazah dokter sebagai bukti bahwa perjuangan sang nenek tidak sia-sia. Namun kepulangannya berubah menjadi momen pilu ketika ia menemukan Mariyam yang telah berusia 81 tahun meninggal dunia dalam posisi duduk, seolah masih setia menunggu kepulangan cucunya.
Adegan tersebut menjadi salah satu puncak emosi dalam film yang diprediksi mampu menguras air mata penonton.
Aktris senior Aty Cancer yang memerankan Mariyam mengaku sangat dekat dengan karakter tersebut karena dirinya juga telah menjadi seorang nenek.


