Selain menjadi ajang pencarian bakat, turnamen ini juga bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan kompetisi daerah. LPDUK Kemenpora akan memberikan pelatihan dan standar kompetensi bagi operator kompetisi regional guna memastikan penyelenggaraan yang profesional dan berkelanjutan.
“Liga Anak Indonesia bukan sekadar turnamen, tetapi bagian dari strategi jangka panjang dalam pengembangan sepak bola nasional,” kata Ferry.
Kompetisi ini juga mendapat dukungan dari Durava sebagai penyedia apparel resmi bagi seluruh peserta. Managing Partner Durava, Hans, menyatakan kebanggaannya bisa mendukung sepak bola usia dini di Indonesia.
“Kami ingin memastikan para pemain muda mendapatkan perlengkapan berkualitas untuk mendukung performa mereka di lapangan.”
Untuk menjangkau lebih banyak penonton, seluruh pertandingan Durava Liga Anak Indonesia by Inaspro 2025 akan disiarkan secara langsung melalui YouTube BIM TV dan LPDUK TV.
Dengan meningkatnya antusiasme terhadap sepak bola usia dini, ajang ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi talenta muda Indonesia menuju kancah profesional.


