Bersama klub-klub tersebut, Elly turut merasakan atmosfer kompetisi elite nasional dan menorehkan sejumlah gelar selama masa aktifnya sebagai pemain.
Selepas gantung sepatu, Elly Idris melanjutkan pengabdiannya di dunia sepak bola sebagai pelatih. Salah satu klub yang paling lekat dengan perjalanan karier kepelatihannya adalah Persita Tangerang, yang berjuluk Pendekar Cisadane.
Elly Idris pertama kali bergabung dengan Persita sebagai asisten pelatih pada musim 2007/2008. Kiprahnya kemudian berlanjut ketika ia dipercaya menjadi pelatih kepala pada musim 2009/2010.
Kepercayaan manajemen Persita terhadap Elly kembali terlihat ketika ia ditunjuk memimpin tim pada periode 2010 hingga 2013.
Tidak berhenti di situ, Elly Idris kembali dipercaya menukangi Persita pada musim 2017/2018, menandai komitmennya yang kuat terhadap klub asal Tangerang tersebut.
Pengalamannya sebagai mantan pemain Timnas Indonesia dinilai menjadi modal penting dalam membina para pemain muda Persita.
Sebagai pelatih, Elly dikenal memiliki pendekatan yang tegas namun komunikatif. Ia kerap menekankan disiplin, kerja keras, dan semangat juang sebagai fondasi utama dalam membangun tim.
Filosofi tersebut sejalan dengan karakter Persita sebagai klub yang mengandalkan militansi dan kekompakan tim.
Kepergian Elly Idris meninggalkan duka mendalam bagi insan sepak bola Indonesia. Selain Persita Tangerang, sejumlah pihak diperkirakan akan menyampaikan belasungkawa atas wafatnya sosok yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk sepak bola nasional.


