Sebagai upaya untuk memperkuat basis perencanaan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Lely menegaskan bahwa Kemenkop saat ini telah menyiapkan tenaga pendamping berupa Business Assistant (BA) dan Project Management Officer (PMO). Diharapkan kehadiran mereka dapat mempercepat operasionalisasi Kopdes/ Kel Merah Putih di setiap wilayah.
“Untuk kegiatan ini akan dibiayai melalui dana dekonsentrasi provinsi dan dilaksanakan mengikuti silabus resmi Kemenkop, agar hasilnya seragam dan terukur di seluruh daerah,” imbuhnya.
Sementara itu terkait dengan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Lely mendorong agar ada sinergi dengan berbagai pihak ataupun lembaga ekonomi di desa lainnya seperti Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), dan Stasiun Pengisian BBM Umum Nelayan (SPBUN).
“Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci keberhasilan dalam membangun ekonomi desa yang mandiri dan tangguh,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi Provinsi NTB, Ahmad Masyhuri menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap inisiatif Kemenkop ini. Ia membenarkan bahwa koperasi desa memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi lokal dan membuka lapangan kerja.
“Harapannya, koperasi dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi daerah, terutama melalui program Desa Agromaritim,” ungkapnya.
Menurutnya, NTB memiliki potensi agrimaritim yang melimpah yang dapat dikelola dan dikembangkan oleh Kopdes/ Kel Merah Putih. Potensi tersebut mulai dari rumput laut, perikanan tangkap, garam rakyat, hingga komoditas jagung, tembakau, dan sapi potong.


