• Kamarong karya Ida Bagus Aditya dan Gilang Bhagaskara
• Kwartet: Watu Jiwo Series karya Dieky Suprayogi
• Galeo Of SeaWalkers karya Andara Fembriarto
Ketua Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia (AINAKI), Daryl Wilson, menyebutkan bahwa kesiapan materi presentasi dan potensi komersial menjadi pertimbangan utama dalam seleksi.
“Karena terhubung dengan ATF, kesiapan pitch dan strategi bisnis jadi penting. Para kreator harus siap bertemu calon mitra hingga investor,” ujarnya.
Ekraf Didorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Baru
Agustini menjelaskan peningkatan jumlah talenta dan kualitas karya memperkuat peluang ekraf sebagai sumber pertumbuhan ekonomi nasional.
“Industri kreatif memiliki potensi besar menjadi mesin pertumbuhan baru. Pemerintah tak bisa bekerja sendiri, kolaborasi dengan asosiasi dan kreator sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Berdasarkan data Bicara Box Office, jumlah penonton film Indonesia hingga pertengahan November 2025 mencapai sekitar 65 juta penonton. Sementara itu, GPBSI mencatat terdapat 178 film nasional yang tayang di bioskop sepanjang 2025.
Pelaksanaan Bootcamp AKTIF diikuti 70 peserta dari berbagai daerah dan berfokus pada peningkatan kapasitas kreator dalam distribusi, promosi, dan pengelolaan bisnis IP agar dapat bersaing di pasar regional maupun global.
Turut hadir dalam kegiatan penutupan, Direktur Film, Animasi, dan Video Doni Setiawan serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Media Rocklin Aprilius Anderson.


