Kasus ini juga menyoroti pentingnya konsistensi aparat penegak hukum dalam menangani perkara yang melibatkan anak.
Menurut pakar hukum keluarga, lambannya penanganan perkara bisa berdampak buruk terhadap pemenuhan hak anak, termasuk hak untuk mendapatkan kasih sayang, pendidikan, dan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sehat.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik, terutama karena berlangsung di tengah upaya negara memperkuat perlindungan anak dan perempuan.
Dukungan dari masyarakat luas juga mulai mengalir, menuntut agar aparat bergerak lebih cepat.
“Negara harus hadir dalam kasus seperti ini. Jangan sampai seorang ibu terus menunggu tanpa kepastian. Lebih dari itu, jangan sampai seorang anak kehilangan haknya untuk dekat dengan ibu kandungnya,” kata seorang aktivis perlindungan anak.
Dengan semakin banyaknya perhatian dari berbagai pihak, keluarga berharap kasus ini tidak lagi berjalan di tempat.
Proses hukum diharapkan segera menemukan titik terang, agar enam tahun penantian seorang ibu tidak menjadi sia-sia.


